Layanan

"Selamat Datang Di Blog Peribadi Saya, Semoga dengan mengujungi Blog ini anda dapat mendapatkan informasi-informasi yang saya buat. Segala kekuarangannya saya minta maaf..."

kontain

Cam 1

Sabtu, 11 Desember 2010

UJIAN SEMESTER PERTAMA


Ujian semester Pertama meupakan ujian yang biasa di adakan di sekolah-sekolah baik di Pesantren ataupun sekolah nonPesantren, umumnya ujian di sekolah terbagi menjadi dua semester yaitu semester pertam (semester ganjil) dan ujian semester kedua, Agar santri mengetahui sejauhmana ilmu yang telah di peroleh dari para asatidz selam satu semester ini, Pondok Pesantren Ummul Quro selalu mengadakan ujian semester pertama sebagiamana sekolah-sekolah yang ada di luar pesantren.
Suasana yang tenang dan sepi di Pesantren Ummul Qura, para santripun sibuk belajar dan menghafal pelajaran disetiap harinya, karena mereka dihadapkan dengan ujian semester pertama, ujian di Pesantren Ummul Quro berbeda dengan ujian di sekolah-sekolah biasa, Ujian di Pesanteren Ummul Quro terbagi menjadi dua sesi yakni ujian lisan dan tulisan, pada minggu pertama ujian ini diisi dengan ujian lisan selama lima hari, senin (29 November-3 Desember 2010 lalu) dan diteruskan dengan ujian tulisan yang diadakan selama empat minggu tiga hari (5 Desember 2010-5 Januari 2011).
Kyai kita, KH Helmiy Abdul Mubin Lc Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Quro tercinta, selalu berharap kepada kita semua, dengan diadakannya ujian semester pertama ini supaya para santri bisa bersandar pada diri mereka sendiri dan tidak mengandalkan orang lain, seperti; menyontek, membawa catatan kedalam kelas, bertanya kepada oranglain dan membari jawaban kepada orang lain. Selain itu, beliau juga berharap adanya ujian ini bisa mengevaluasi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang telah di terapkan di Pesantren Ummul Quro Al-Islami apakah sudah mencapai maksimal atau sebaliknya. Ilmu pengetahuan para santri juga akan terus bertambah karena dengan diadakannya semester pertama maka seluruh santri haruslah belajar dengan sungguh-sungguh “ujian semester pertama ini sangatlah penting, karena ujian semester pertam akan membantu nilai ujian di semester kedua nanti” tegas KH Hemiy Abdl Mubin Lc dalam upacara bulanan.
Semua santri Ummul Quro diwajibkan untuk mengikuti ujian semester pertama ini, karena ujian semester pertama adalah salah satu syarat untuk mengikuti ujian semester kedua yang menetukan naik atau tidaknya seorang pelajar kejenjang yang lebih tinggi, hasil belajar selama satu semester ditentukan dengan beberapa hari di ujian semester, maka dari itu kita sebagai pelajar hendaklah belajar dengan sungguh-sungguh, pak Kyai pernah mengatakan atau memberikan nasihat di tengah apel bulanan berlangsung, belajarlah minimal satu bulan sebelum ujian, supaya kalau waktunya telah tiba kita tak perlu repot-repot lagi belajar, coba kita lihat kaka-kaka kita yang telah berhasil seperti Ust. Saiful Falah bisa mengikuti program English Short Course di Universitas Sains Malaysia selam 2 bulan, Ust. Aaz Nur Zaman Lc, yang telah menyelesaikan studynya di Libiya, Ust. H. Muhammad Husaini Lc alumnus Ma’had Al-Ulum Sultona Oman, Ust. Asep Saefullah Umar yang telah menginjakkan kakinya ke negeri ratu Elizabeth (Inggris), Ust. Ridwan Agustiawan yang telah berangkat ke Yaman dan masih banyak lagi ustadz-ustadz kita yang belajar di negri oranglain, semua prestasi mereka paptuu kita ikuti jejak kakinya. Mereka adalah contoh kaka-kaka kita yang telah berhasil, keberhasilan yang mereka raih dicapai bukan tanpa persiapan pastinya mereka butuh persiapan yang matang. Oleh karena itu hendaklah harus siap agar bisa menghadapi ujian dikala ujian itu datang.
Biasanya di tengah ujian semester pertama ini kita akan diselingi dengan tahun baru, di mana pada tahun baru ini kita akan meninggalkan tahun 2010 dan menyambut kedatangan tahun 2011, bagaimana cara kita untuk menyikapi tahun baru ini? Ada baiknya pada tahun baru ini kita mulai dengan niat yang baru pula disertai dengan do’a agar di tahun ini kita semua bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya yang telah kita lewati. Mungkin kegiatan ujian yang berselingan dengan tahun baru ini adalah tantangan bagi kita semua, bagaimana caranya untuk melupakan perayaan tahun baru dan terus focus kepada ujian yang kita hadapi.
Disaat tahun baru tiba Santri di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami ini sengaja disibukkan dengan ujian semester pertama untuk menekuni kitab-kitab pelajaran yang sangat tebal dalam rangka menghadapi ujian, tidak hanya sampai di situloh ketika ujian selesaipun santri di Pesantren ini tidak diperkenankan untuk pulang, mungkin berat tapi percayalah ada rahasia Tuhan dan rencana baik di balik yang dialami kita semua di sini, “mudah-mudahan ujian semester pertam ini nilai kita mumtaz-mimtaz yah, amin” salam penulis. (Rep GS, Arif Abdurrahman/MA Ummul Quro)

UMMUL QURO RAIH JUARA UMUM

Oleh : Arif Abdurrahman
Festival timur tengah yang di adakan pada tanggal 25-29 April oleh Mahasisiwa fakultas pengetahuan budaya (FIB) universitas Indonesia (UI) adalah salah satu even yang paling bergengsi untuk di ikuti oleh oleh para pelajar atau para santri, ada beberapa sekolah yang resmi diundang untuk mengikuti perlombaan-perlombaan yang telah di sediakan oleh para panitia, perlombaan yang digelar di Universitas Indonesia (UI) bertingkat Nasional, acara inijuga di namakan festifal timur tengah, dengan menggunakan bahasa Arab dan semua perlombaan ini nilai oleh para juri yang memiliki penglaman yang lebih di bidang bahasa Arab.
Perlombaan ini direalisasikan bukan hanya untuk para siswa atau para santri yang di undang resmi oleh para panitia akan tetapi perlombaan ini, di gelar untuk para siswa atau santri se-Jabodetabek, bahkan khusus untuk para mahasiswa se-Indonesia, perlombaan ini di kelola oleh para mahasisiwa univesitas Indonesia (UI) dan di seponsori oleh beberapa seponsor yang populer seperti, koran Republika, radio UI dan seponsor-seponsorlainya.
Pon pes Ummul Quro adalah salah satu lembaga pendidikan yang mendapatkan undangan resmi dari panitia perlombaan yang menyetujui akan perlombaan yang satu ini. Di kesmpatan ini, Ust. Aas Nur Zaman yang bertindak langsuang sebagai pembimbing bagian bahasa menyeleksi para santri dan santriawati yang lebih berhak unutk mengikuti perlombaan ini. Setelah penyeleksian ini di selaraskan terpilihlah 6 santri dan santriawati yang memiliki kemampuan di bidang perlombaan tersebut.
Perlombaan yang di gelar selama empat hari secara bertahap ini. Pon pes Ummul Quro sudah mempersiapkannya selama satu bulan penuh sebelum perlombaan di mulai, selama satu bulan itulah para santri mempelajari materi-materi perlombaan tersebut, dan di kesempatan ini juga para santri bisa mempelajari bahasa Arab lebih sempurna.
Dimulai dari hari minggu panitia melaksanakan tehnical meething yang diteruskan pada hari berikutnya yaitu hari dimana perlombaan-perlombaan tersebut direalisasikan, dan di akhiri dengan pengumuman pemenang perlombaan, rasa bahagia dan rasa syukur di miliki oleh pesantren Ummul Quro karena keberhasilannya dalam perlombaan ini.
Setelah satu bulan lamanya para santri Ummul Quro berlatih untuk meraih prestasi di ajang perlombaan ini, akhirnya kerja keras para santripun tidak sia-sia karena latihan selama satubulan penuh dijawab dengan prestasi yang sangat gemilang, perlombaan yang meliputi lomba puisi bahasa arab, khutbah atau pidato bahasa arab dan storiy teeling bahasa arab ini diawali dengan perlombaan puisi dan khutbah, dan diteruskan dengan perlombaan storiy teeling.
Berikut 6 santri dan santriawati yang berprestasi, ke-enam santri dan santriawti ini di bimbing langsung oleh Ust. Aas Nur Zaman serta Ust. M Hilmi yang berperan langsung sebagai pembimbing perlombaan ini.
1. Heru Aprianto, Juara III lomba khutbah bahasa Arab
2. Arif Abdurrahman, juara II lomba puisi bahasa Arab
3. Ismail Sahleh, juara II lomba story teeling bahasa Arab
4. Yulianai Intan, juara I lomba puisi bahasa Arab
5. Nazmi, juara III lomba story teeling bahasa Arab dan
6. Fitroh Aulia, juara I lomba khutbah bahasa Arab.
Akhirnya dengan prestasi-prestasi yang di raih oleh para santri ini di jadikan even yang paling bersejarah karena piala yang paling besar ( piala juara umum ) telah di raih oleh pon pes Ummul Quro sehingga perlombaan inijuga dijadikan kenangan oleh para santri dan santriwati yang mengikuti perlombaan tersebut.

Ummul Quro Al- Islami Launching Radio

Oleh : Arif Abdurrahman
Minggu,11 April 2010. Keluarga besar Pondok pesantren Ummul Quro Al-islami mengadakan Grand Launching Radio dengan frekuensi 107,8 FM di Gedung Serba Guna (GSG), pekan lalu. Para penyiar dan perintis Radio ummul Quro ini langsung mengenalkannya kepada semua siswa atau santri di Bogor Barat. Radio Ummul Quro ini menjadi sarana dakwah atau syiar santri dalam menyampaikan tausiahnya melalui saluran radio.
Termasuk perwakilan dari 30 sekolah di wilayah Bogor barat, yang hadir dalam Grand launching tersebut. Sekolah-sekolah itu adalah Pon Pes Darurrahman, Pon Pes Sahid,SMAN 1 Leuwiliang dan sekolah- sekolah lainnya. “Saya sangat mendukung fasilitas baru di Ummul Quro ini, karena bisa membuktikan bahwa santri tidak selamanya baca Alquran, Ratiban, belajar Agama. Akan tetapi, santri juga bisa berkreatif melalui radio ini” ujar Ahmad Hambali, santri Pon Pes Darurrahman.
Acara ini dimeriahkan oleh penampilan-penampilan dari para santri yang sudah disediakan panitia sebelumnya, hiburan itu seperti drama, tarian khas arab, group band grass boy, nasyid, marawis dan lainnya.
Radio adalah sarana dakwah efektif yang bisa didengar dimanapun dan kapanpun, sebagimana slogan Radio UQI,” radio santri tempat berbagi”.
Direktur Radio Ummul Quro Ustadz Saiful Falah mengatakan Radio UQI 107,8 FM ini adalah sarana untuk menggali potensi santri dan santriawati. Oleh karena itu, santri disini sebagai subjek sekaligus objek. Santri senantiasa berusaha mengembangkan dan memajukannya . Untuk memberikan sarana para santri yang memiliki bakat di bidang penyiaran agar mereka bisa mengasah bakatnya dan bisa mengembangkannya ketika lulus dari pesantren ini” Ujarnya kepada wartawan Majalah Missi.

TURNAMEN FUTSAL SE-BOGOR DI PESANTREN UMMUL QURO

Oleh : Arif Abudrrahman
Pembukaan turnamen futsal yang di adakan di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami berlangsung dengan meriah, turnemen yang melibatkan 32 group ini berdatangan dari berbgai sekolah di kota Bogor, sebagai partisipasi yang sangat tinggi dari tiap-tiap sekolah tingkat Madrash Aliyah atau sedrajat, turnamen futsal yang di buka untuk para pelajar ini berlangsung di lapangan Putra Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami.
suasana yang panas mengakibatkan pesrta memilih duduk di pinggir lapangan sambil menghadiri acara yang di awali dengan atraksi drum band Pesantren Ummul Quro Al-islami, Sabtu 23 Oktober minggu lalu. ketua pelaksana Robi Miko Utama mengaku terlaksananya turnamen fursal se-Bogor ini adalah salah satu program kerja yang harus ia selesaikan sebelum ia turun jabatan dari kepengurusan ISPA (Ikatan Sntri Putra) selain itu ia juga berharap kepada semua peserta turnament agar bisa membuktikan sportifitasnya yang bisa membentu berjalannya pertandingan ini lancar “acara turnamen ini meudah-mudahan bisa berjalan dengan sempurna, supaya kami bisa mengenang even ini setelah lulus nanti” tandasnya.
praturan yang di gunakan panitia pelaksana yang sudah di setujui semua pihak menghasilkan sistem gugur di jadikan praturan yang tetap pada turnamen ini. sementara itu peserta yang terkena kartu kuning atau pun kartu merah mendapatkan sangsi yang sudah di tentukan panitia. “praturan-praturan turnamen ini biasa-biasa saja seperti pertandingan-pertandingan kelas atas, walau di adakannya di pesantren tapi kita pake praturan yang ada di lapangan hijau” ujar Robi Mico, sambil tersenyum.“kami mengadakan turnamen ini semata-mata ingin mempererat tali silaturahmi antar pelajar yang ada di Pesantren dan para pelajar yang ada di sekolah-sekolah luar” lanjut Miko.
pelaksanaan turnamen yang di targetkan selama dua minggu ini, di harapkan bisa menjaga keselamatan masing-masing peserta yang di takutkan adanya konflik yang tidak di duga-duga bisa hal merugikan pihak yang bersangkutan “kami juga sudah mewanti-wanti kepada semua peserta agar tidak mendahulukan emosi yang merusask berjalannya pertandingan, kami juga terus menghimbau agar bisa mewujudkan pertandingan yang sehat” tegas Isma Maulana, panitia pelaksana. Selain itu Majlis Pembimbing Organisasi (MPO) Ust. Harliana menyampaikan kepada seluruh peserta turnamen agar bisa bemain dengan cara sporttif dan bisa menjaga nama baik masing-masing sekolah.

FINAL
Setelah empat belas hari lamanya, pertandingan antar sekolah ini berlangsung, hingga tibalah pada pertandingan final yang mengundang sponsor lebih banyak dari sponsor-sponsor sebelumnya, bukan hanya siswa dan para santri saja akan tetapi para dewan guru baik dari tiap sekolah ataupun dari pihak Pesantren, mereka juga ikut antusias melihat pertandingan final antara kedua sekolah yang siap tempur di lapangan futsal di Pondok Pesantren Ummul Quro ini.
SMAN satu Ciampea dan SMK Pelita yang mampu bertahan hingga final ini bertanding di medan FINAL untuk memperebutkan juara pertama pada tanggal 6 November 2010, sementara itu, panitia juga kembali sibuk untuk mempersiapkan hadiah yang akan di berikan kepada para pemenang pada turnamen ini, selain uang para pemenang juga akan mendapatkan mendali yang sudah di siapkan panitia sebelumnya.
Pertandingan di final ini berlangsung dengan sangat ramai, karena para siswa yang tidak mau ketinggalan informasi mereka tidak mau melewatkan pertandingan yang akan menetukan sang juara ini, setelah pertandingan selesai akhirnya pertandingan dari kedua tim final ini di juarai oleh sekolah SMAN satu Ciampea yang berhasil mencetak 3 gol sedangkan SMK Pelita berhasil mencetak 2 gol. Hal ini menjadikan SMAN satu Ciampea menjadi juara pertama dan mendapatkan hadiah uang tabungan senilai Rp 1.500.000; dan SMK Pelita yang menjadi juara kedua mendapatkan uang tabungan Rp 1.000.000;. setelah itu pertandingan ini juga menjdai pertandingan penutup dari turnamen futsal yang di adakan oleh bagian olahraga Pesantren Ummul Quro ini.

Pesantren Ummul Quro Berternak Kambing


Rep MISSI, Arif Abdurrahaman
Hewan yang sering di jadikan kurban, baik kurban untuk Iduladha, kurban aqiqah ataupun kurban lain sebagainya, telah hadi di Ummul Quro, biasanya hewan yang di jadikan kurban ini adalah hewan kambing, selain sering di jadikan kurban, hewan pemakan rumput (harbivora) ini juga sering di jadiakn santapan special di restaurant-restaurant atau rumah makan yang berlevel tinggi.
Maka, agak unik kalau di lembaga pendidikan seperti sekolah atau pesantren punya ternak kambing, akan tetapi kalau semua itu positif, why not?, Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami adalah salah satu lembaga pendidikan yang menternak kambing. Untuk memenuhi kebutuhan para wali santri, dewan guru di pesantren atau orang-orang yang membutuhkan kurban, Pesantren ini menyediakan hewan kambing untuk di jadikan kurban “kalo kami mah supaya mempermudah wali santri atau siapa saja yang memeang mebutuhkan kambing, jadi kami sediakan kambing untuk orang-orang yang membutuhkan kambing, nah sekatrang di Pesantren Ummul Quro juga sudah ada kambing” jelas Pak Carim, karyawan sekaligus penangung jawab ternak kambing di Pesantren.
Kambing yang selalu kotor plus bau ini, di ternak di Pesantren Ummul Quro, wow apa jadinya kalo hewan kambing ini ikut serta kedalam aktivitas para santri? Nah pak Carim peternak kamibing ini sudah memikirkan solusinya, ia menempatkan kandang sepanjang 25 M dan lebar 4 M ini di letakan jauh dari jangkauan para santri, kurang lebih sekitar 700 M jarak antara kediaman para santri dengan lokasi kandang kambing yang terletak di pinggir lapangan bawah Pesantren Ummul Quro. Walaupun demikian, para santri yang penasaran terhadap hewan ini bisa ikut serta dalam merawat hewan jinak ini, selain membolehkan para santri untuk mengembala, hal ini juga membuka wawasan para santri yang ingin tahu tentang ternak kambing, para santri juga bisa belajar dan meneliti langsung tentang seluk-beluk kehidupan kambing, mulai dari jenis daun yang menjadi makan, cara merawat kambing, cara menjodohkan kambing, hiangga cara melahirkan kambing dari induknya. “saya sangat merasa senang sekali Pesantren Ummul Quro punya ternak kambing jadi saya bias bersahabat dengan binatang jinak ini dan bisa mengetahui cara hidup hewan tersebut” tandas Armawansyah, santri kelas akhir asal Bangka.
Sekitar 70 ekor kambing jenis Jawa dan Domba, kambing betina ataupun kambing jantan yang sengaja di pisah-pisah, posisi ini bisa mempermudah pak Carim untuk menjaga kambing selama 24 jam non stop, sehingga kambing-kambing yang sering lolos dari kandang bisa langsung di kembalikan ke kandang oleh pak Carim “hidup dekat sama kabming saya senang-senang saja, karena saya sudah terbiasa dengan kambing, sejak kecil saya sudah belajar berternak kambing sampai saya dewasa dan menikah, oleh sebab itu setelah saya ngabdi di Ummul Quro saya langsung mengusulkan kepada pak Kiyai, bagai mana jika Pesantren ini menternak kambing tentu saya siap menjadi penanggung jawabnya” ucap pak Carim,
Di tengah kesibukannya, pak Carim juga mengaku bahwa pekerjaan merawat kambing hanyalah pekerjaan sampingang yang tidak pernah ia sia-siakan, setelah bekerja menjadi pekerja bangunan di Pesantren pak Carim bisa membagi waktunya untuk mengembala kambing dan mencari bahan makanan untuk kambing yang ia rawat. demi membiayai ketiga anak yang ia sayangi ia rela bekerja keras hanya untuk membiayai anaknya yang sedang sekolah “kalau ada untungnya untuk membiayai anak saya yang sedang sekolah di Pesantren Ummul Quro” tandasnya.

Perpustakaan Pesantren UQI Bedah Buku

Bagian Perpustakaan Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islamy mengadakan acara bedah buku yang dilaksanakan di gedung serba guna (GSG) Pesantren UQI, acara yang di mulai tepat pukul 09:00 WIB ini di buka dengan membacakan surat al-fatihah secara bersama yang di pimpin oleh dua orang Master Of Ceremony (MC) Arif Abdurrahaman dan M Yan Fauzi, selain untuk menumbuhkan kesadaran santri dalam bidang membaca, acara ini juga bertujuan untuk memotivasi para santri agar lebih giat lagi dalam meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan yang lebih luas, Minggu (31/10) lalu, “acara ini adalah salah satu bentuk program kerja yang di adakan oleh kami supaya minat baca para santri bisa meningkat” ujar Dede Rizky Fuadi, ketua bagian Perpustakaan putra.
Acara bedah buku yang bertemakan santri berprestasi penuh motivasi ini mendapatkan dukungan dari para santri putra ataupun santri putri, hal ini terbukti antusias para santri yang membludak, tercatat lebih dari empat ratus santriawan dan santriawati UQI yang mengikuti acara bedah buku ini “kami lumayan puas melihat para santri yang hadir pada acara ini, karena mereka yang mengikuti acara ini lebih dari target yang sudah kami tentukan, pada awalnya kami membatasi peserta hanya sampai empat ratus peserta saja, dua ratus putra dua ratus putri, akan tetapi ketika acara berlangsung para santri yang hadir lebih dari yang kami batasi.” Papar Dede.
Penulis buku motivasi yang berjudul MOTISAKTI (Motivasi yang Bikin kamu Sakti) kang Zen El-Fuad menjadi pembicara pada acara bedah buku ini, kang Zen mengaku buku yang ia bedah ini adalah buku yang kelima setelah menerbitkan buku-buku lainnya yang ia tulis sebelum buku MOTISAKTI ini terbit, selain itu ia juga sudah menjadi trener yang di panggil kesetiap penjuru kota dan berbagai perusahaan di Indonesia seperti perusahaan jamsostek, indosat, bank mandiri, bank permata dan perusahaan-perusahaan lainnya, “acara ini lumayan memotivasi saya untuk lebih giat lagi dalam belajar, karena setelah saya mengikuti acara bedah buku motivasi ini saya baru sadar bahwa banyak dosa yang harus saya hapus baik dosa yang di sengaja ataupun dosa yang tidak di sengaja” tandas Dio Islami santri kelas sepuluh.
Sementara itu, kang Zen juga membawa buku-buku hasil karyanya dalam jumlah banyak untuk di perjualkan kepada para santri yang berminat untuk membeli buku-buku miliknya, “buku-buku kang Zen lumayan ampuh, isinya juga lumayan hebat mudah-mudahan buku ini bisa memotivasi saya biar lebih semangat lagi dalam menempuh kehidupan (amin)” ujar Maman Firmansyah, pembeli buku kang Zen. (Rep GS, Arif Abdurrahman/MA Ummul Quro Al-Islami)

Pemanfaatan Air Hujan Untuk Berwudhu


Sahabat GS, tahukah kalaian tentang manfaat air yang turun dari langit? ya tentunya air hujan, air ini merupakan salah satu anugrah dari Allah SWT yang patut kita sukuri bersma-sama. Dari air ini banyak sekali manfaat-manfaat yang bisa kita ambil. Seperti, kita bisa memanfaatkan air hujan ini untuk bersuci, untuk membershkan kotoran, dan di gunakan untuk mandi seperti halnya air yang di ambil dari tanah (air sumur).
salah satu manfaat air hujan yang selalu di lakukan oleh para santri Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami adalah memanfaatkannya untuk berwudhu, selain airnya yang jernih air ini juga merupakan salah satu dari tujuh air suci yang diperbolehkan untuk berwudhu “air hujan itu lebih jernih jika di bandingkan dengan ari-air biasa, asalkan tidak terkena benda apapun sebelum air itu turun ke tempat yang sudah kita sediakan” tandas Lukman Nur Hakim santri kelas akhir Pesantren Ummul Quro, Lewiliang Bogor.
Oleh karena itu, disaat hujan turun para santri di Pesantrn ini lebih memilih untuk berwudhu menggunakan air hujan di bandingkan mengunakan air yang tersedia di keran-keran, mereka juga mengaku kalau air huja itu bisa mengganggu perjalanan menuju masjid, apalagi jarak kamar ke tempat ibadah ini lumayan jauh, para santri harus melewati kelas yang ada di samping masjid, kalo berwudhu mengunakan air keran para santri ini harus pergi ketempat wudhu yang tempat nya berada di belakang kamar mandi, tentunya para santri harus rela basah-basahan demi mendapatkan air dari keran, “dari pada berputar-putar mencari tempat untuk berwuhu lebih baik kita manfaatkan saja air hujan ini untuk berwudhu” tandas Solahuddin santri kels akhir Ponpes Ummul Quro Al-Islami, walaupun agak sulit untuk di ambil akan tetapi para santri tetap memilih air yang turun dari langit ini untuk berwudhu.
Kota Bogor yang terkenal dengan kota hujan ini, seringkali dituruni hujan yang sangat deras apalagi kalo sudah musimnya air hujan yang deras bisa mengakibatkan saluran air meningkat bahkan bisa membuat banjir berada di mana-mana. Jadi air hujan ini tidak selamanya bisa kita ambil manfaatnya, terkadang air yang turun dari langit ini juga berdampak negatif, ketika air ini turun dengan suasana yang sangat mengerihkan apalagi di sertai dengan petir yang menyambar-nyambar, di saat seperti ini lebih baik diam di dalam rumah sambil berzikir mengingat keberadaan sang Khalik yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.(Rep GS. Arif Abdurrahman/MA Ummul Quro Al-Islami)